Selasa, 05 Oktober 2010

Strategi Pembelajaran Bahasa Lisan

Strategi Pembelajaran Berbahasa Lisan dan Penerapannya melalui kegiatan Bercerita dan Dramatisasi Kreatif

Menyimak Melalui kegiatan dramatisasi
Menyimak dan berbicara merupakan keterampilan berbahasa lisan yang amat sangat fungsional dalam kehidupan manusia sehari-hari. Betapa tidak , karena dengan menyimak dan berbicara kita dapat memperoleh dan menyampaikan informasi. Oleh sebab itu, sangatlah beralasan apabila setiap orang, lebih-lebih siswa , dituntut keterampilannya untuk mampu menyimak dan berbicara dengan baik.
Strategi Pembelajaran Berbahasa Lisan dan Penerapannya Melalui Kegiatan Bercerita dan Dramatisasi Kreatif
Agar strategi yang dipilih dan diterapkan dapat mencapai sasarannya perlu diperhatikan beberapa prinsip yang melandasi pembelajaran berbahasa lisan seperti berikut ini.
1) Pengajaran keterampilan berbahasa lisan harus mempunyai tujuan yang jelas yang diketahui oleh guru dan sisiwa.
2) Pengajaran keterampilan berbahasa lisan disusun dari yang sederhana ke yang lebih kompleks, sesuai dengan tingkat perkembangan bahasa siswa.
3) Pengajaran keterampilan berbahasa lisan harus mampu menumbuhkan partisipasi aktif terbuka pada diri siswa.
4) Pengajaran keterampilan berbahasa lisan harus benar-benar mengajar, bukan menguji. Artinya skor yang diperoleh siswa harus dipandang sebagai balikan bagi guru.
5) Agar pembelajaran berbahasa lisan memperoleh hasil yang baik, strategi pembelajaran yang digunakan oleh guru harus memenuhi kriteria sebagai berikut :
 Relevan dengan tujuan pembelajaran.
 Memudahkan siswa memahami materi pembelajaran.
 Menantang dan merangsang siswa untuk belajar.
 Mengembangkan kretivitas siswa secara individual ataupun kelompok.
 Mengarahkan aktivitas belajar siswa kepada tujuan pembeljaran yang telah ditetapkan.
 Mudah diterapkan dan tidak menuntut peralatan yang rumit.
 Menciptakan suasana belajar mengajar yang menyenangkan.

Pengertian Dramatisasi
Dramatisasi atau bermain drama adalah kegiatan mementaskan lakon atau cerita. Biasanya cerita yang dilakonkan sudah dalam bentuk drama. Guru dan siswa terlebih dahulu harus mempersiapkan naskah atau skenario, perilaku, dan perlengkapan. Bermain drama lebih kompleks daripada bermain peran. Melalui dramatisasi, siswa dilatih untuk mengekspresikan perasaan dan pikirannya dalam bentuk bahasa lisan

Yang mau ikut....;???

D'Qhadal Thengu

D' Qhadal Thengu

D' Qhadal Thengu

ayo bareng-bareng baca

SEgoblok-GoblOkny@ Or4nG gObLok........
l3bIH gOBlok Or4ng yanG Bac4 TUliSan INI.......
ApAla61 SEmpat berSuarA tErLebih TerTaW4.....